Pernahkah kita menyadari, kadang kita berani untuk berbicara atau bertindak terhadap sesuatu yang kita yakini benar/ideal saat ada orang lain yang menemani, tetapi hanya diam saat kita sendirian meskipun kita yakin hal tersebut benar/ideal.
 
Sekarang ini, penulis lihat  banyak orang yang ngakunya idealis tetapi tidak berbicara atau bertindak dikarenakan takut disebut beda atau takut dibully meskipun hal tersebut benar/ideal atau minimal
orang tersebut yakini benar/ideal. 
 
Sebenarnya orang tersebut masih bisa disebut idealis ga sih? dan apa sih itu idealis? 
 
Idealis/idealisme adalah sebuah istilah yang digunakan pertama kali dalam dunia filsafat oleh Leibniz pada awal abad 18. Beliau menerapkan istilah ini pada pemikiran Plato, seraya memperlawankan dengan materialisme Epikuros. Istilah Idealis/idealisme adalah aliran filsafat yang memandang yang mental dan ideasional sebagai kunci ke hakikat realitas. Dari abad 17 sampai permulaan abad 20 istilah ini banyak dipakai dalam pengklarifikasian filsafat. (Lorens Bagus, 2005, Kamus Filsafat Jakarta: Gramedia Pustaka Utama)

Pusing ga bacanya? mari kita cari pengertian yang lebih sederhana lagi. :D

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) idealis adalah orang yang bercita-cita tinggi atau pengikut pengikut aliran idealisme dan menurut penulis idealis dapat diartikan sebagai suatu keyakinan diri akan suatu kebenaran.

Pada kehidupan nyata, penulis sendiri sering mendengar istilah idealis ini, apalagi di masa-masa sekarang penulis sedang kuliah. Banyak tipe terkait orang idealis ini yang penulis lihat di dunia perkuliahan. Mulai dari orang idealis yang tidak akan pernah nyontek agar gelar sarjananya berkah, orang idealis yang menyatakan bahwa kuliah adalah sesuatu hal absolut sehingga tidak pernah telibat dalam kegiatan lain di kampus selain kuliah, orang idealis yang aktif di berbagai kegiatan organisasi dan kepanitiaan sebagai bentuk pengabdian, orang idealis yang bilang benar itu benar dan yang salah itu salah, orang idealis yang hanya mengungkapkan ide/gagasannya tetapi tidak pernah mau mencoba untuk mewujudkan dan lain sebagainya.

Penulis menemukan hal-hal menarik saat mengamati terkait beberapa tipe orang idealis di atas, salah satunya adalah orang idealis yang bilang benar itu benar dan yang salah itu salah. Ternyata ada beberapa situasi dan kondisi dimana orang idealis tipe ini tetap mengaku dirinya idealis tetapi tidak berani berbicara dan bertindak meskipun ada hal yang benar dikarenakan tidak ada teman serta takut dianggap berbeda. Selanjutnya adalah tipe orang idealis yang hanya berani menceritakan ide/gagasan tetapi tidak pernah berani turun langsung. Ternyata ada situasi dimana orang idealis seperti ini terlalu banyak mengingat dan seterusnya, menimbang dan seterusnya, dan akhirnya memutuskan untuk tidak turun dikarenakan takut ini dan itu.
 
Menurut penulis orang-orang yang mengaku dirinya idealis atau kelihatan dari tingkah lakunya idealis tidak dapat lagi disebut idealis saat orang tersebut membiarkan atau berdiam diri melihat hal yang salah dikarenakan tidak ada teman untuk melawan hal tersebut. Karena menurut penulis suatu keyakinan diri akan suatu kebenaran oleh seseorang akan mewarnai sikap dan tindakannya, dan sikap dan tindakan tersebut disini bukanlah diam.

0 komentar:

Post a Comment

 
Top