Penyematan kata "Maha" merupakan simbol yang membedakan antara siswa sekolahan dan siswa kuliahan. "Maha" menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) dapat diartikan sebagai sangat; amat; teramat; atau besar. Namun apa arti sebenarnya kata "Maha" jika disematkan kepada kata siswa menurut mahasiswa itu sendiri?
Menurut Penulis saat itu, yang menyandang gelar mahasiswa baru di semester pertama. Kata "Maha" dapat diartikan sebagai sesuatu yang di agungkan, sehingga sederhananya jika disematkan kepada kata siswa dapat diartikan sebagai siswa yang diangungkan. Aneh? iya aneh, kan saat itu masih mahasiswa baru, trus bagaimana kalau sekarang yang sudah menyandang gelar mahasiswa lama (gak pake kata terlalu ya :D). Pengertian kata "Maha" yang disematkan dalam kata siswa ternyata tidak dapat dimaknai sebagai kata lagi tetapi hanya dapat dimaknai oleh perilaku atau tingkah laku yang dapat memberikan perubahan kearah lebih baik.
Penyematan kata "Maha", merupakan salah satu penyemangat Penulis saat itu untuk melakukan berbagai hal yang dapat bermanfaat bagi Penulis maupun orang lain. Latar belakang Penulis yang merupakan aktifis di tingkat sekolah menengah (meskipun sekarang telah menjadi aktebal) semakin menambah semangat dan energi untuk melakukan banyak hal tersebut.
Saat ada pelantikan penerimaan anggota baru suatu Unit Kegiatan Mahasiswa Fakultas (UKMF), Penulis selalu berusaha untuk mengikutinya, mulai dari UKMF yang berlatar belakang akademik, keagamaan, maupun lomba. Cape? ya pasti cape, malah ada UKMF yang persiapan penerimaan anggota barunya hampir sebulan.
Hampir satu semester pertama dihabiskan untuk mengikuti kegiatan-kegiatan kemahasiswaan, dari kegiatan UKMF maupun kepanitiaan. Bidang akademik saat itu sedikit terabaikan, pulang dari kampus sangat jarang dibawah jam 12 malam, setelah shalat subuh pasti selalu tidur lagi, dan kalau kuliah pagi pasti kesiangan kalau tidak dibantu oleh teman untuk dibangunkan.
Banyaknya kegiatan yang mengakibatkan agak lalainya kuliah saat itu, tidak membuat Penulis mengurangi berkegiatan di bidang kemahasiswaan, hal ini tiada lain dikarenakan Penulis sudah tergabung kesebuah lingkaran yang dimana semakin banyak mahasiswa terjun di sebuah kegiatan kemahasiswaan maka akan semakin banyak amanah yang akan datang kepundaknya. Mulai dari tawaran kepanitiaan kakak tingkat, ajakan teman, maupun paksaan teman.
Sampailah akhirnya di akhir semester pertama. Persiapan Ujian Tengah Semester (UTS) dan Ujian Akhir Semester (UAS) yang sedikit kurang baik dikarenakan belum dapat membagi waktu kuliah dan kegiatan kemahasiswaan saat itu, membuat Penulis ngeri-ngeri sedap. Laporan pertanggung jawaban kepada orang tua terkait hasil akademik merupakan sesuatu yang tidak dapat dihindari.
Dan saat semua nilai mata kuliah keluar, betapa terkejutnya Penulis melihat nilai akademik yang di luar dugaan. Alhamdulillah Penulis di semester pertama mendapatkan nilai akademik yang baik meskipun dipadukan dengan banyaknya kegiatan-kegiatan yang di ikuti Penulis saat itu.
Sehingga Penulis berpikiran, doktrin yang mengatakan bahwa semakin sedikit mengikuti kegiatan maka semakin baik nilai akademik terbantahkan. Karena hal itu dikembalikan kepada motivasi dan energi yang dikeluarkan oleh setiap orang dalam hal ini mahasiswa. Jika ada sedikit kelalaian, dikarenakan oleh kelelahan fisik seorang manusia, maka hal itu merupakan sebuah kewajaran namun yang tidak boleh itu kelalaian yang disebabkan oleh ketidakmauan untuk mengeluarkan energi lebih untuk menuntaskan suatu hal atau amanah.
Penulis berpesan, bahwa kuliah bukanlah sekedar mengejar nilai, tidak ada jaminan saat kita tidak mengikuti kegiatan kemahasiswaan maka nilai kita akan bagus. Oleh karenanya, dikarenakan tidak ada jaminan tersebut, maka aktiflah berkegiatan di kampus, setidaknya saat kita tidak mendapatkan target akademik yang dicanangkan, kita tetap telah telah tercatat melakukan sesuatu untuk membuka jalan-jalan kebaikan, baik itu yang bermanfaat untuk diri kita sendiri maupun untuk orang lain. Dan alhamdulillah kalau misalnya nya target akademik dapat, target berkegiatan juga dapat.