Pada tanggal 5 Januari sampai 6 Februari 2015 Universitas Padjadjaran mengadakan Kuliah Kerja Nyata Mahasiswa atau yang sering di sebut KKNM Intergratif. Maksud dari KKNM Integratif adalah KKNM yang menekankan kepada mahasiswa bagaimana caranya agar dapat berbaur dengan masyarakat bukan seperti KKNM pada umumnya yang menuntut mahasiswa agar dapat memberikan sesuatu kepada masyarakat.

Singkat cerita, kami dikumpulkan pada hari Selasa tanggal 5 Januari sekitar jam 6 pagi di Kampus Universitas Padjadjaran tepatnya di lapangan PPBS. Otomatis bagi mahasiswa yang kampusnya nyangkut di Dipatiukur harus berangkat malem sebelumnya atau minimal jam 4 atau jam 5 pagi untuk dapat tepat waktu sampai di nangor jam 6 pagi.

Terdapat kebimbangan saat akan ke Jatinangor waktu itu, apakah harus nginep di rumah teman atau berangkat pagi saja. Setelah menimbang dan seterusnya, dan mengingat seterusnya, maka di putuskanlah untuk menginap di rumah teman dengan alasan paling urgent nya takut telat dan ditinggal oleh busnya. 
 
Oh iya, BTW urang KKNM di Majalengka, kota yang jauh di mata nan dekat dengan Indramayu. Pertimbangan kemarin milih Majalengka dikarenakan Majalengka adalah salah satu daerah yang berada di Jawa Barat, selain itu Majalengka juga merupakan daerah yang dapat dipilih di KKNM bulan Januari ini. Intinya kenapa milih Majalengka dikarenakan saat itu ga ada pilihan lagi, soalnya daerah yang di idamkan yaitu kota Subang sudah penuh.

Dengan mengucapkan bismillahirohmanirrohiim, akhirnya sekitar pukul 7 rombongan mobil pun berangkat. Dikarenakan persiapan KKNM menguras energi yang sangat banyak sekali, sehingga mengakibatkan pada waktu itu ketiduran dan efek selanjutnya jadi tidak dapat banyak melihat hal menarik saat perjalanan. Padahal urang penonton setia layar mobil jika pepergian kemanapun apalagi tempat yang belum pernah di kunjungi.

Setelah mendapatkan bisikan, akhirnya sadar-sadar sudah berada di Pendopo Bupati Majalengka. Dengan mata yang berat dan badan yang berat pula :D akhirnya dengan terpaksa bangun dan turun untuk mengikuti upacara penyambutan dari Bapak Bupati. Dan kesan pertama pas turun di tanah Majalengka ini suhunya itu loh, eeuuhh panas pisan (panas banget). Kalau bisa dibandingkan kaya sedang berada di padang pasir Timur Tengah, kebayang ga tuh panasnya segimana. Urang aja ga kebayang, soalnya ga pernah ke Timur Tengah :D

Setelah bertegur sapa dengan Bapak Bupati dan jajaranya, kamipun melanjutkan perjalanan dari Pendopo Bupati ke Desa kami, yang dimana perjalanan tersebut di isi dengan pemandangan yang sangat bagus sekali. Dalam hati terbesit, ternyata Majalengka sekalipun panas tapi pemandangan nya cukup bagus salah satunya adalah pesawahan dan sungai-sungai di sisinya. Selain itu jalan penghubung antara daerah satu dengan daerah lainnya juga lumayan bagus.

Sekitar pukul 4 Sore akhirnya sampailah ke Desa Sumber Wetan tempat dimana kami akan melakukan penggabutan. Eh salah maksudnya pengabdian, hehe.. Singkat cerita setelah masuk rumah, kesan yang kedua menapakan kaki di Majalengka adalah panas. Jadi dapat disimpulkan lah ya apa kesan-kesan awalnya.

Kurang lebih empat hari, sampai tulisan ini dimuat, akhirnya kamipun menjalani hari-hari disini secara bersama-sama dengan penuh suka cita. Dengan perbandingan kira-kira sukanya 70% lah dan dukanya 30% (semoga sukanya terus bertambah). Meskipun di sini udaranya cukup panas tapi pemandangan, tata sawah, tata perairan, dan tata jalannya perlu dicontoh oleh daerah lain karena menurut urang cukup bagus.

Kurang lebih sekitar 25 hari lagi kami akan jalani hari-hari bersama disini, mungkin dengan segala dinamikanya dari makan bareng, ngantri mandi, kepanasan bareng, ngebuli orang bareng, jalan-jalan bareng, dan tentunya gabut bareng. Eh salah maksudnya mengabdi bareng, hehe.. Semoga ke depannya kami menemukan cerita-cerita menarik lainnya, mungkin ada interkasi dengan makhluk-makhluk sekitar yang ada disini baik itu makhluk kasar maupun makhluk-makhluk lainnya :D


0 komentar:

Post a Comment

 
Top