Membuat tulisan dengan cara menggabungkan huruf dan angka pada zaman Sekolah Menegah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA) dulu, rasanya sangat bagus dan keren sekali. Bahkan selain mencampurkan huruf dan angka, sering pula menulis hurufnya dicampurkan antara yang besar dan kecil dalam satu kata.
Mau nanya kemana nulisnya "M4u K3m4N4", ditanya lagi ngapain jawabnya "N0nt0N TV", mau nyemangatin nulisnya "S3m4N9aT Y4", dan masih banyak lagi tulisan-tulisan yang mungkin mayoritas anak SMP dan SMA pernah menulisnya.
Terasa keren dan biasa saja, menulis kata-kata tersebut waktu itu, ternyata menjadi berbeda, saat mulai memasuki dunia perkuliahan atau akan beranjak dewasa. Sesuatu hal yang tadinya keren menjadi sesuatu yang dianggap alay sekarang, sesuatu yang dulu bangga melakukannya dianggap alay juga sekarang.
Bilang alay atas perbuatan yang dianggap alay sekarang, padahal waktu dulu pernah pula melakukannya. Bilangalay atas tulisan yang di anggap alay sekarang, padahal waktu dulu pernah pula menulisnya. Mengenaskan :D
Apakah sisi alay sudah luntur atau hilang dari diri orang-orang kuliahan atau orang-orang yang beranjak dewasa? atau mungkin kadar atau standar alaynya terus berubah dari waktu ke waktu? Pertanyaan yang jawabannya mungkin dapat berbeda-beda dari setiap orang.
Menurut Penulis sendiri, sisi atau sifat alay dari waktu ke waktu bukan hilang akan tetapi kadar dan standarnya berbeda. Contohnya seperti Penulis sendiri, dulu sering menulis hal-hal seperti di atas, dan pada saat sekarang saat melihatnya di history facebook menjadi ketawa sendiri dikarenakan menganggapnya sesuatu yang alay sekarang, begitupun saat pertama kali masuk kuliah mengutip lagu-lagu dan mem-posting-nya ke media sosial merupakan sesuatu yang biasa saja, akan tetapi sekarang saat sudah tingkat 4 (empat) hal tersebut juga terasa alay.
Ada beberapa hal yang mungkin dapat mempengaruhi kadar dan standar alay seseorang, selain oleh waktu, mungkin lingkungan dapat pula mempengaruhinya.
Menyadari hal tersebut, Penulis jadi lebih bijak dalam menghadapi orang-orang alay, hal ini dikarenakan Penulis juga waktu dulu mungkin pernah melakukannya dan menganggapnya biasa saja serta menyadari bahwa kadar dan standar alay orang berbeda-beda. Dan mungkin apa yang dilakukan atau ditulis Penulis waktu ini dapat menjadi sesuatu yang dianggap alay juga pada waktu yang akan datang.
Hal yang penting dalam setiap perbuatan atau tulisan bukan stigmanya akan tetapi kebermanfaatannya, oleh karenanya bagi yang masih disebut orang alay atau merasa dirinya alay lakukanlah perbuatan-perbuatan positif :)
Mau nanya kemana nulisnya "M4u K3m4N4", ditanya lagi ngapain jawabnya "N0nt0N TV", mau nyemangatin nulisnya "S3m4N9aT Y4", dan masih banyak lagi tulisan-tulisan yang mungkin mayoritas anak SMP dan SMA pernah menulisnya.
Terasa keren dan biasa saja, menulis kata-kata tersebut waktu itu, ternyata menjadi berbeda, saat mulai memasuki dunia perkuliahan atau akan beranjak dewasa. Sesuatu hal yang tadinya keren menjadi sesuatu yang dianggap alay sekarang, sesuatu yang dulu bangga melakukannya dianggap alay juga sekarang.
Bilang alay atas perbuatan yang dianggap alay sekarang, padahal waktu dulu pernah pula melakukannya. Bilangalay atas tulisan yang di anggap alay sekarang, padahal waktu dulu pernah pula menulisnya. Mengenaskan :D
Apakah sisi alay sudah luntur atau hilang dari diri orang-orang kuliahan atau orang-orang yang beranjak dewasa? atau mungkin kadar atau standar alaynya terus berubah dari waktu ke waktu? Pertanyaan yang jawabannya mungkin dapat berbeda-beda dari setiap orang.
Menurut Penulis sendiri, sisi atau sifat alay dari waktu ke waktu bukan hilang akan tetapi kadar dan standarnya berbeda. Contohnya seperti Penulis sendiri, dulu sering menulis hal-hal seperti di atas, dan pada saat sekarang saat melihatnya di history facebook menjadi ketawa sendiri dikarenakan menganggapnya sesuatu yang alay sekarang, begitupun saat pertama kali masuk kuliah mengutip lagu-lagu dan mem-posting-nya ke media sosial merupakan sesuatu yang biasa saja, akan tetapi sekarang saat sudah tingkat 4 (empat) hal tersebut juga terasa alay.
Ada beberapa hal yang mungkin dapat mempengaruhi kadar dan standar alay seseorang, selain oleh waktu, mungkin lingkungan dapat pula mempengaruhinya.
Menyadari hal tersebut, Penulis jadi lebih bijak dalam menghadapi orang-orang alay, hal ini dikarenakan Penulis juga waktu dulu mungkin pernah melakukannya dan menganggapnya biasa saja serta menyadari bahwa kadar dan standar alay orang berbeda-beda. Dan mungkin apa yang dilakukan atau ditulis Penulis waktu ini dapat menjadi sesuatu yang dianggap alay juga pada waktu yang akan datang.
Hal yang penting dalam setiap perbuatan atau tulisan bukan stigmanya akan tetapi kebermanfaatannya, oleh karenanya bagi yang masih disebut orang alay atau merasa dirinya alay lakukanlah perbuatan-perbuatan positif :)

0 komentar:
Post a Comment