Salah satu virus yang menjangkit anak muda (khusunya saya) adalah sering melakukan sesuatu yang menuju kearah dosa saat sedang tidak ada pengawasan dari orang tua, teman, guru sekolah-pesantren atau yang lainnya.
Stalking akun cewek/cowok, titip absen, males-malesan dalam shalat, makan di nikahan orang tanpa diundang, darmaji (dahar lima ngaku hiji) di tukang gorengan, dan lain sebagainya.
Pernahkah kita sedikit merenung, saat sedang tenang melakukan hal-hal yang menghasilkan dosa dikarenakan merasa gak diawasi, dimanakah Sang Yang Maha Melihat? dimana Allah?
Mayoritas kita yakin dan percaya bahwa Allah itu Maha Melihat tetapi saya khususnya biasanya gak merasa ada yang melihat dalam setiap perbuatan. Situasi seperti ini yang biasanya berpotensi besar membuat kita belok/menuju hal yang tidak baik.
Oleh karenanya, yuk mari sedikit demi sedikit, sebelum nanti sensor rasa malu terhadap Sang Maha Melihatnya mati, mari mulai aktifkan kembali sensornya. Libatkan Allah dalam setiap sektor kehidupan. Dan niscaya keberkahan akan datang dari segala penjuru meskipun tempat yang tidak diduga sebelumnya.
Catatan:
- Tambahan : Dimensi taqwa itu ada dua, yang pertama moralitas dan yang kedua adalah profesionalisme.
- Penceramah Ustad Hanan Attaki dan Ustad Ahmad Heryawan
- @pemudahijrah

0 komentar:
Post a Comment